p

Friday, November 20, 2015

Aktiva Yang Menurut Tujuan Semula Tidak Untuk diperjualbelikan (16D)

  1. ISI PASAL 16D UU PPN No.42 TAHUN 2009 (berlaku sejak 1 April 2010) KETENTUAN BARU
        o     PPN dikenakan atas penyerahan BKP berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan oleh PKPkecuali atas penyerahan aktiva yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) huruf b dan huruf c."

            o     Pasal 9 ayat (8) huruf b UU PPN :
                o     Pengkreditan Pajak Masukan  tidak dapat diberlakukan bagi pengeluaran untuk perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha
            o     Pasal 9 ayat (8) huruf c UU PPN :
                o     Pengkreditan Pajak Masukan  tidak dapat diberlakukan bagi pengeluaran untuk perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan
        o     Kesimpulan :
            o     Penyerahan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan dikenakan PPN dengan syarat :
1.   Yang menyerahkan sudah dikukuhkan sebagai PKP
2.   Aktiva yang diserahkan adalah aktiva yang mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha
3.   Aktiva yang diserahkan adalah bukan berupa sedan dan station wagon, kecuali apabila sedan atau station wagon tersebut merupakan barang dagangan atau disewakan

  1. ISI PASAL 16 D UU PPN NO. 11 Tahun 1994 stdd UU No.18 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 1995 s/d 31 Maret 2010) KETENTUAN LAMA
        o     PPN dikenakan atas penyerahan aktiva oleh PKP yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan, sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan.
        o     Kesimpulan :
            o     Penyerahan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan dikenakan PPN dengan syarat :
                                1.        Yang menyerahkan sudah dikukuhkan sebagai PKP
                                2.        Pada saat memperoleh aktiva dimaksud "membayar PPN" (Bukan seharusnya membayar)
                                3.        PPN yang dibayar merupakan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan (bukan telah dikreditkan)


No comments:

Post a Comment