p

Monday, November 23, 2015

Nota Retur Dan Nota Pembatalan

  1. DASAR HUKUM
    1. Pasal 5A UU PPN No.42 TAHUN 2009 (berlaku sejak 1 April 2010)
    2. KMK 596/KMK.04/1994  (berlaku mulai 1 Januari 1995 sampai 31 Maret 2010) tentang Tata Cara Pengurangan PPN dan PPnBM untuk BKP yang Dikembalikan 
    3. PMK 65/PMK.03/2010 (berlaku mulai 1 April 2010) tentang Tata Cara Pengurangan PPN dan PPnBM untuk BKP yang Dikembalikan dan PPN atas JKP yang dibatalkan


  1. SURAT EDARAN TERKAIT
        o     SE-131/PJ/2010 tentang penegasan atas pengembalian BKP atau pembatalan JKP yang FP atas penyerahannya tidak mencantumkan identitas pembeli atau penerima jasa

  1. TATA CARA PEMBUATAN NOTA RETUR
    1. Defenisi
                 o     Pengembalian BKP adalah pengembalian BKP baik sebagian maupun seluruhnya oleh Pembelian BKP. (Pasal 1 angka 10 PMK-65/PMK.03/2010)
                 o     Pengembalian BKP dianggap tidak terjadi dalam hal BKP yang dikembalikan diganti dengan BKP yang sama, baik dalam jumlah fisik, jenis maupun harganya. (Pasal 2 ayat (3) PMK-65/PMK.03/2010)
                 o     Saat Pengembalian BKP adalah saat BKP tersebut dikembalikan oleh Pembeli. (Pasal 3 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Pihak Yang Membuat Nota Retur
                 o     Dalam hal terjadi Pengembalian BKP, Pembeli (baik PKP maupun non-PKP) harus membuat dan menyampaikan nota retur kepada PKP Penjual. (Pasal 4 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Saat Dibuat
                 o     Nota retur harus dibuat pada saat BKP dikembalikan. (Pasal 4 ayat (3) PMK-65/PMK.03/2010)
                 o     Dalam hal Nota retur tidak dibuat pada saat BKP tersebut dikembalikan, maka pengembalian BKP Dianggap Tidak Terjadi. (Pasal 4 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Isi Nota Retur 
                 o     Paling sedikit harus mencantumkan : (Pasal 4 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010)
                                          1.        nomor urut nota retur;
                                          2.        nomor, kode seri, dan tanggal Faktur Pajak dari BKP yang dikembalikan;
                                          3.        nama, alamat, dan NPWP Pembeli;
                                          4.        nama, alamat, NPWP Pengusaha Kena Pajak Penjual;
                                          5.        jenis barang, jumlah harga jual BKP yang dikembalikan;
                                          6.        Pajak Pertambahan Nilai atas BKP yang dikembalikan, atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas BKP yang tergolong mewah yang dikembalikan;
                                          7.        tanggal pembuatan nota retur; dan
                                          8.        nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani nota retur.
                 o     Dalam hal Nota retur tidak selengkapnya mencantumkan keterangan ini, maka pengembalian BKP Dianggap Tidak Terjadi. (Pasal 4 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Bentuk dan Ukuran Nota Retur
                 o     Dibuat sesuai dengan kebutuhan administrasi pembeli (Pasal 4 ayat (4) PMK-65/PMK.03/2010)
o    (contoh bentuk dan ukuran Nota Retur ada di Lampiran I PMK 65/PMK.03/2010)
    1. Peruntukan nota retur :
                 o     Ketentuannya adalah :
0.   Jika Pembeli BKP adalah PKP, maka Nota Retur dibuat paling sedikit dalam rangkap 2 (dua) yang peruntukkannya yaitu: (Pasal 4 ayat (6) PMK-65/PMK.03/2010)
                                                          a.        lembar ke-1: untuk PKP Penjual;
                                                          b.        lembar ke-2: untuk arsip Pembeli.
1.   Jika Pembeli BKP adalah Non-PKP, maka Nota Retur  dibuat paling sedikit dalam rangkap 3 (tiga) yang peruntukkannya yaitu: (Pasal 4 ayat (7) PMK-65/PMK.03/2010)
                                                          a.        lembar ke-1: untuk PKP Penjual;
                                                          b.        lembar ke-2: untuk arsip Pembeli;
                                                          c.        lembar ke-3: untuk KPP tempat Pembeli terdaftar.
                                        o     lembar ke-3 ini harus disampaikan ke KPP tempat Pembeli terdaftar. (Pasal 4 ayat (7) PMK-65/PMK.03/2010)
                                        o     Dalam hal Nota retur tidak disampaikan, maka pengembalian BKP Dianggap Tidak Terjadi.(Pasal 4 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Perlakuan PPN dan/ atau PPnBM  Terkait Nota Retur
      1. Bagi Penjual
o    PPN dan/atau PPnBM dari BKP yang dikembalikan menjadi pengurang Pajak Keluaran dan/ atau PPnBM yang terutang. (Pasal 2 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010)
o    Pengurangan Pajak Keluaran atau Pajak Keluaran dan PPnBM oleh PKP Penjual dilakukan dalam Masa Pajak saat terjadinya Pengembalian BKP tersebut (Pasal 6 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010)
      1. Bagi Pembeli
        1. Pembeli yang berstatus PKP
                                    o     Jika Pajak Masukan telah dikreditkan, maka menjadi pengurang Pajak Masukan dalam Masa Pajak saat terjadinya pengembalian BKP (Pasal 2 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010) dan (Pasal 6 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010);
                                    o     Jika pajak atas BKP yang dikembalikan tidak dikreditkan dan sudah dibebankan sebagai biaya atau sudah ditambahkan (dikapitalisasi) dalam harga perolehan harta tersebut, maka menjadi pengurang biaya atau harta, dalam Masa Pajak saat terjadinya pengembalian BKP(Pasal 2 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010) dan (Pasal 6 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010)
        1. Pembeli Non-PKP
                                    o     Jika PPN atau PPnBM atas BKP yang dikembalikan sudah dibebankan sebagai biaya atau sudah ditambahkan (dikapitalisasi) dalam harga perolehan harta tersebut, maka menjadi pengurang biaya atau harta, dalam Masa Pajak  saat terjadinya pengembalian BKP. (Pasal 2 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010) dan (Pasal 6 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Pengembalian BKP dianggap tidak terjadi dalam hal: (Pasal 4 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
0.   nota retur tidak selengkapnya mencantumkan keterangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010;
1.   nota retur tidak dibuat pada saat BKP tersebut dikembalikan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat (3) PMK-65/PMK.03/2010; atau
2.   nota retur tidak disampaikan sebagaimana dimaksud Pasal 4 ayat (7) PMK-65/PMK.03/2010.

  1. TATA CARA PEMBUATAN NOTA PEMBATALAN
    1. Defenisi Pembatalan JKP
                 o     Pembatalan JKP adalah pembatalan seluruhnya atau sebagian hak atau fasilitas atau kemudahan oleh pihak penerima JKP. (Pasal 1 angka 11 PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Pihak Yang Membuat Nota Pembatalan
                 o     Dalam hal terjadi pembatalan penyerahan JKP, Penerima Jasa harus membuat dan menyampaikan nota pembatalan kepada PKP Pemberi JKP. (baik PKP maupun Non-PKP) (Pasal 5 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Saat Dibuat
                 o     Nota Pembatalan harus dibuat pada saat JKP dibatalkan (Pasal 5 ayat (3) PMK-65/PMK.03/2010)
                 o     dalam hal nota pembatalan tidak dibuat pada saat JKP dibatalkan, maka pembatalan JKP Dianggap Tidak Terjadi.(Pasal 5 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Isi Nota Pembatalan
                 o     Paling sedikit harus mencantumkan : (Pasal 5 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010)
                                          1.        nomor nota pembatalan;
                                          2.        nomor, kode seri dan tanggal Faktur Pajak dari JKP yang dibatalkan;
                                          3.        nama, alamat, dan NPWP Penerima Jasa;
                                          4.        nama, alamat, NPWP Pengusaha Kena Pajak Pemberi Jasa Kena Pajak;
                                          5.        jenis jasa dan jumlah penggantian JKP yang dibatalkan;
                                          6.        Pajak Pertambahan Nilai atas JKP yang dibatalkan;
                                          7.        tanggal pembuatan nota pembatalan; dan
                                          8.        nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani nota pembatalan.
                 o     Dalam hal Nota pembatalan tidak selengkapnya mencantumkan keterangan ini, maka pembatalan JKP Dianggap Tidak Terjadi. (Pasal 5 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Bentuk dan Ukuran Nota Pembatalan
                 o     Dibuat sesuai keperluan administrasi pembeli (contoh bentuk dan ukuran Nota Pembatalan ada di Lampiran II PMK 65/PMK.03/2010)
    1. Peruntukan Nota Pembatalan
                 o     Ketentuannya adalah : (Pasal 5 ayat (6) dan (7) PMK-65/PMK.03/2010)
                                          1.        Jika Penerima JKP adalah PKP, maka Nota Pembatalan harus dibuat minimal 2 (dua) rangkap yang peruntukkannya yaitu:
                                                          a.        lembar ke-1: untuk PKP Pemberi JKP;
                                                          b.        lembar ke-2: untuk arsip Penerima Jasa.
                                          2.        Jika Penerima JKP adalah Non-PKP, maka Nota Pembatalan harus dibuat minimal 3 (tiga) rangkap yang peruntukkannya yaitu:
1.   lembar ke-1: untuk PKP Pemberi JKP;
2.   lembar ke-2: untuk arsip Penerima JKP;
3.   lembar ke-3: untuk KPP tempat Penerima JKP terdaftar
                                        o     dalam hal nota pembatalan tidak disampaikan ke KPP tempat Penerima Jasa terdaftar, maka pembatalan JKP Dianggap Tidak Terjadi. (Pasal 5 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Perlakuan PPN dan/ atau PPnBM  Terkait Nota Pembatalan
      1. Bagi Pemberi Jasa
o    PPN dan/atau PPnBM dari JKP yang dibatalkan penyerahannya (sebagian maupun seluruhnya) menjadi pengurang Pajak Keluaran dan/ atau PPnBM yang terutang. (Pasal 2 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010)
o    Pengurangan Pajak Keluaran dan/ atau PPnBM yang terutang dilakukan dalam Masa Pajak saat terjadinya pembatalan JKP. (Pasal 6 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010)
      1. Bagi Penerima Jasa
o    Penerima JKP yang berstatus PKP
o    Jika Pajak Masukan telah dikreditkan, maka menjadi pengurang Pajak Masukan dalam Masa Pajak saat terjadinya pembatalan JKP; (Pasal 2 ayat (2) huruf a PMK-65/PMK.03/2010)
o    Jika PPN atas JKP yang dibatalkan penyerahannya (sebagian maupun seluruhnya) tidak dikreditkan dan sudah dibebankan sebagai biaya atau sudah ditambahkan (dikapitalisasi) dalam harga perolehan harta tersebut, maka menjadi pengurang biaya atau harta dalam Masa Pajak saat terjadinya pembatalan JKP. (Pasal 2 ayat (2) huruf b PMK-65/PMK.03/2010)
o    Penerima JKP Non-PKP
o    .Jika PPN atas JKP yang dibatalkan penyerahannya (sebagian maupun seluruhnya) sudah dibebankan sebagai biaya atau sudah ditambahkan (dikapitalisasi) dalam harga perolehan harta tersebut, maka menjadi pengurang biaya atau harta dalam Masa Pajak saat terjadinya pembatalan JKP. (Pasal 2 ayat (2) huruf c PMK-65/PMK.03/2010)
    1. Pembatalan JKP dianggap tidak terjadi dalam hal: (Pasal 5 ayat (8) PMK-65/PMK.03/2010)
      1. nota pembatalan tidak selengkapnya mencantumkan keterangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (2)PMK-65/PMK.03/2010;
      2. nota pembatalan tidak dibuat pada saat Jasa Kena Pajak dibatalkan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (3) PMK-65/PMK.03/2010; atau
      3. nota pembatalan tidak disampaikan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (7) PMK-65/PMK.03/2010.

HISTORIS PERATURAN
PERBEDAAN KETENTUAN LAMA (KMK 596/KMK.04/1994) dengan KETENTUAN BARU (PMK 65/PMK.03/2010)
Tidak mengakomodir pengembalian JKP (tidak ada pembuatan Nota  Pembatalan untuk pengembalian JKP).
Sudah mengakomodir pengembalian JKP dengan pembuatan Nota Pembatalan.
Pengurangan Pajak Keluaran oleh PKP Penjual dilakukan dalam Masa Pajak dibuatnya Nota Retur atau dapat diperhitungkan dalam Masa Pajak diterimanya Nota Retur.
PKP Penjual BKP/ PKP Pemberi JKP hanya diijinkan untuk mengurangi Pajak Keluaran dalam Masa Pajak dibuatnya Nota Retur.
Nota Retur dibuat minimal 2 (dua) rangkap tanpa memperhatikan apakah pembeli merupakan PKP atau Non-PKP.
Nota Retur dibuat minimal 2 (dua) rangkap jika Pembeli BKP/ Penerima JKP adalah PKP, dan dibuat minimal 3 (tiga) rangkap jika Pembeli BKP/ Penerima JKP adalah Non-PKP dan lembar ke-3 harus disampaikan ke KPP tempat Pembeli BKP/ Penerima JKP terdaftar.
Nota Retur harus mencantumkan tanggal pengukuhan PKP Penjual (PKP yang membuat FP).
Tidak ada persyaratan harus mencantumkan tanggal pengukuhan PKP Penjual didalam Nota Retur/ Nota Pembatalan.



No comments:

Post a Comment