p

Monday, November 23, 2015

Pemusatan Tempat Terhutang PPN

  1. SURAT EDARAN TERKAIT
        o     SE-45/PJ/2013 tentang prosedur penerbitan surat keputusan pemusatan tempat pajak pertambahan nilai terutang dalam rangka pelaksanaan peraturan direktur jenderal pajak nomor PER-28/PJ/2012 tentang tempat pendaftaran dan/atau pelaporan usaha bagi wajib pajak pada kantor pelayanan pajak di lingkungan kantor wilayah direktorat jenderal pajak wajib pajak besar, kantor pelayanan pajak di lingkungan kantor wilayah direktorat jenderal pajak jakarta khusus, dan kantor pelayanan pajak madya


  1. TEMPAT PENGUKUHAN PKP
    1. PKP Orang Pribadi wajib dikukuhkan sebagai PKP pada setiap tempat kegiatan usahanya dimana terdapat penyerahan BKP atau JKP. Sedangkan PKP Badan wajib dikukuhkan sebagai PKP pada setiap tempat kedudukan walaupun mungkin pada cabang tertentu tidak terdapat kegiatan penyerahan BKP atau JKP (misalnya hanya sebagai gudang tetap harus dikukuhkan sebagai PKP). (Penjelasan Pasal 12 UU nomor 18 tahun 2000 stdtd UU nomor 42 TAHUN 2009)
    2. Tempat terutangnya PPN dan PPnBM Berdasarkan PER-4/PJ/2010 (berlaku sejak 1 April 2010)
      1. Bagi PKP Orang Pribadi
                           o     PPN dan PPnBM terutang di tempat tinggal dan/atau tempat kegiatan usaha atau tempat lain. Bagi PKP Orang Pribadi yang mempunyai tempat tinggal tidak sama dengan tempat kegiatan usahanya, dikukuhkan dan terutang PPN dan PPnBM hanya di tempat kegiatan usahanya, sepanjang PKP tersebut tidak melakukan kegiatan usaha apapun di tempat tinggalnya. (Pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 PER-4/PJ/2010)
      1. Bagi PKP Badan
                           o     PPN dan PPnBM terutang di tempat kedudukan dan tempat kegiatan usaha atau tempat lain (Tempat lain ini ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak) (Pasal 1 ayat (2) PER-4/PJ/2010)

  1. TATA CARA PENGAJUAN PEMUSATAN PPN
    1. Tata cara pengajuan pemberitahuan pemusatan PPN adalah :
      1. PKP menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Kakanwil yang membawahi KPP yang wilayah kerjanya meliputi Tempat Pemusatan PPN Terutang dengan menggunakan (form lampiran IV) PER-19/PJ/2010.
                           o     Pemberitahuan secara tertulis kepada Kepala Kantor Wilayah ini disampaikan dengan tembusan kepada Kepala KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat-tempat PPN terutang yang akan dipusatkan. PER-19/PJ/2010 Pasal 2 ayat (2)
      1. Pemberitahuan kepada Kakanwil tersebut minimal memuat :
        1. nama, alamat, dan NPWP tempat terpilih sebagai pemusatan PPN Terutang (PERHATIAN : tidak harus/ tidak selalu kantor pusat ber-NPWP 000)
        2. nama, alamat, dan NPWP tempat PPN terutang yang akan dipusatkan
        3. dilampiri surat pernyataan bahwa administrasi penjualan dipusatkan pada tempat terpilih sebagai tempat pemusatan PPN terutang (klik disini untuk melihat bentuk surat pernyataannya (form Lampiran V) PER-19/PJ/2010)
    1. Kakanwil menerbitkan SK Persetujuan (form Lampiran I PER-19/PJ/2010) atau SK Penolakan (form Lampiran III PER-19/PJ/2010) paling lama 14 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan dari PKP. Dalam hal ditolak, maka PKP dapat menyampaikan pemberitahuan kembali dengan melengkapi syarat yang diperlukan.
    2. SK Persetujuan berlaku selama lima tahun dan dimulai pada masa pajak berikutnya setelah tanggal SK.

  1. TATA CARA PENAMBAHAN/PENGURANGAN TEMPAT TERUTANG PPN PEMUSATAN
    1. PKP menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Kakanwil yang membawahi KPP yang wilayah kerjanya meliputi Tempat Pemusatan PPN Terutang dengan menggunakan (form lampiran VI PER-19/PJ/2010)
    2. Pemberitahuan kepada Kakanwil tersebut minimal memuat :
      1. nama, alamat, dan NPWP tempat terpilih sebagai pemusatan PPN Terutang
      2. nama, alamat, dan NPWP tempat PPN terutang yang akan dipusatkan
      3. dilampiri surat pernyataan bahwa administrasi penjualan dipusatkan pada tempat terpilih sebagai tempat pemusatan PPN terutang (form Lampiran V PER-19/PJ/2010

  1. PERUBAHAN TEMPAT PEMUSATAN PPN
    1. Dalam hal Pengusaha Kena Pajak telah mendapatkan persetujuan pemusatan tempat PPN terutang, PKP dapat memilih tempat PPN terutang yang lain sebagai Tempat Pemusatan PPN Terutang yang baru dengan syarat masa berlaku pemusatan di tempat lama sudah berjalan minimal 2 tahun, kecuali bagi PKP dengan tempat pemusatan awal yang secara permanen tidak ada lagi aktivitas usaha (jangka waktu minimal 2 tahun tidak berlaku baginya).
    2. Tata cara melakukan perubahan tempat pemusatan PPN adalah :
      1. PKP wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Kepala Kantor Wilayah yang membawahi KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang yang baru dengan menggunakan (form Lampiran VII PER-19/PJ/2010). 
      2. Pemberitahuan kepada Kakanwil tersebut minimal memuat :
        1. memuat nama, alamat, dan NPWP tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipilih sebagai Tempat Pemusatan Pajak Pertambahan Nilai Terutang;
        2. memuat nama, alamat, dan NPWP tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang akan dipusatkan; dan
        3. dilampiri surat pernyataan bahwa administrasi penjualan dipusatkan pada tempat terpilih sebagai tempat pemusatan PPN terutang (form Lampiran V PER-19/PJ/2010)
    3. Kakanwil menerbitkan SK Persetujuan dengan menggunakan (form Lampiran I PER-19/PJ/2010)atau SK Penolakan(form Lampiran III PER-19/PJ/2010) paling lama 14 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan dari PKP. Dalam hal ditolak, maka PKP dapat menyampaikan pemberitahuan kembali dengan melengkapi syarat yang diperlukan.
    4. SK Persetujuan berlaku selama lima tahun dan dimulai pada masa pajak berikutnya setelah tanggal SK persetujuan pemusatan dterbitkan.

  1. TATA CARA PENCABUTAN PEMUSATAN TEMPAT PPN TERUTANG
    1. PKP menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Kakanwil tembusan Kepala KPP masing-masing tempat kedudukan
    2. disampaikan paling lambat 2 bulan sebelum masa yang diinginkan untuk tidak lagi pemusatan.
    3. Kakanwil meneribitkan SK Pencabutan (form Lampiran II PER-19/PJ/2010paling lama 5 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan dari PKP.

  1. TATA CARA PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PEMUSATAN TEMPAT PPN TERUTANG:
    1. PKP menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Kakanwil dengan menggunakan form Lampiran VIII PER-19/PJ/2010)
    2. paling lambat disampaikan 2 bulan sebelum jangka waktu pemusatan berakhir. Apabila tidak terpenuhi, maka PKP dianggap tidak memperpanjang jangka waktu pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang. namun PKP dapat menyampaikan pemberitahuan pemusatan kembali dalam jangka waktu 2 tahun sejak SK persetujuan pemusatan berakhir.
    3. Kakanwil menerbitkan SK Persetujuan (form Lampiran I PER-19/PJ/2010) yang baru paling lambat 14 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan.
    4. SK Persetujuan yang baru berlaku selama lima tahun dan dimulai pada masa pajak berikutnya setelah tanggal SK.

  1. KEPASTIAN HUKUM BAGI PKP
o Apabila Kakanwil tidak menerbitkan SK Persetujuan atau SK Penolakan dalam waktu yang telah ditetapkan (14 hari kerja), maka pemberitahuan dari PKP dianggap disetujui dan SK Persetujuan paling lambat diterbitkan 5 hari kerja sejak jangka waktu penyelesaian (14 hari kerja) berakhir. SK Persetujuan (form Lampiran I PER-19/PJ/2010) berlaku selama lima tahun dan dimulai pada masa pajak berikutnya setelah tanggal SK.

  1. KETENTUAN TERKAIT TEMPAT PEMUSATAN PPN TERUTANG
PERBEDAAN KETENTUAN TERKAIT TEMPAT PEMUSATAN PPN TERUTANG ANTARA KETENTUAN SEBELUM 30 DESEMBER 2011, SEJAK 30 DESEMBER 2011 S/D 29 MARET 2012, DAN SEJAK 30 MARET 2012)
  1.  
No
Kriteria WP
Ketentuan sebelum 30 Desember 2011 (Per-15/pj/2009)
Ketentuan sejak 30 Desember 2011 s/d 29 Maret 2012 (PER-49/PJ/2011)
Ketentuan sejak 30 Maret 2012 (PER-08/PJ/2012)
Ketentuan sejak 1 Januari 2013 (PER-28/PJ/2012)
Tanggal terdaftar
penetapan tempat PPN terutang
1.
WP yang terdaftar pada KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar dan KPP di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Khusus
Dalam hal WP Berstatus Pusat mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha, termasuk cabang-cabangnya, Tempat PPN Terutang untuk seluruh tempat kegiatan usaha tersebut dipusatkan hanya di KPP WP Besar atau KPP Madya  terhitung sejak Saat Mulai Terdaftar di KPP WP Besar atau KPP Madya tersebut(Per-15/pj/2009 Pasal 3)
sebelum 30 Desember 2011 dan terhadap WP ini sudah pernah diterbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang
tempat PPN terutang untuk seluruh tempat kegiatan usaha ditetapkan di KPP tempat WP terdaftar tersebut.(Pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1PER-49/PJ/2011)
pemusatan tempat PPN terutang tetap berlaku dan tidak perlu diterbitkan lagi surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang(Pasal 5 ayat (4) PER-49/PJ/2011)
kewajiban pelaporan PPN atas seluruh tempat kegiatan usaha di seluruh Indonesia dilaksanakan di KPP ini (Pasal 5 ayat (2) huruf a dan Lampiran II PER-08/PJ/2012)
kewajiban pelaporan PPN atas seluruh tempat kegiatan usaha/cabang dilaksanakan di KPP ini (Pasal 5 ayat (2) huruf a PER-28/PJ/2012)

sejak 30 Desember 2011
Penetapan tempat PPN terutangdilakukan dengan menerbitkan keputusan pemusatan tempat PPN terutang oleh Kepala KPP atas nama Direktur Jenderal Pajak dengan bentuk sesuai Lampiran II PER-49/PJ/2011, paling lama : (lihat di Pasal 5 ayat (3) PER-49/PJ/2011)
2.
WP yang terdaftar di KPP Madya
Dalam hal WP Berstatus Pusat mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha, termasuk cabang-cabangnya, Tempat PPN Terutang untuk seluruh tempat kegiatan usaha tersebut dipusatkan hanya di KPP WP Besar atau KPP Madya  terhitung sejak Saat Mulai Terdaftar di KPP WP Besar atau KPP Madya tersebut(Per-15/pj/2009 Pasal 3)
sebelum 30 Desember 2011 dan terhadap WP ini sudah pernah diterbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang
penetapan pemusatan tempat PPN terutang tetap berlaku sampai dengan 31 Desember 2012. (Pasal 5 ayat (5) PER-49/PJ/2011)
o    Sebelum jangka waktu 31 Desember 2012 tersebut berakhir dan WP tetap menghendaki pemusatan tempat PPN terutang, WP harus menyampaikan pemberitahuan tempat PPN terutang sesuai peraturan perundangundangan di bidang Perpajakan. (Pasal 5 ayat (6) PER-49/PJ/2011)
1. Dalam hal WP berstatuspusat, kewajiban pelaporan PPN untuk tempat-tempat kegiatan usaha yang berada di wilayah sesuai denganlampiran II PER-08/PJ/2012dilaksanakan di KPP Madya (Pasal 5 ayat (2) huruf b)

2. Dalam hal WP berstatus cabangsudah dikukuhkan sebagai PKP dan berada di wilayahsesuai denganlampiran II PER-08/PJ/2012, kewajiban pelaporan PPNnya dilaksanakan di KPP Madya hanya atas cabang tersebut.(Pasal 5 ayat (2) huruf b

3. Dalam hal WP yang terdaftar di KPP Madya yang memiliki tempat kegiatan usahadi luar wilayah sesuai dengan lampiran II PER-08/PJ/2012menghendaki tempat kegiatan usaha tersebut dipusatkan di KPP Madya, WP harus menyampaikan pemberitahuan pemusatan tempat PPN terutang kepada Kepala KPP Madya. (Pasal 5 ayat (8) PER-08/PJ/2012)

4. Bagi WP berstatus pusat yang tetap terdaftar di KPP Madya yang sama namun berkedudukandi luar wilayah yang sesuai denganlampiran II PER-08/PJ/2012, kewajiban PPN dilaksanakan di KPP Pratama yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan WP tersebut dengan menerbitkan NPWP cabang, berlaku mulai 1 Januari tahun berikutnya setelah tahun SMT.
1. Dalam hal WP Berstatus Pusat, kewajiban pelaporan PPN atau PPN dan PPnBM atas seluruh tempat kegiatan usaha, termasuk tempat kegiatan usaha/cabang yang terdaftar di KPP Madya lain, dilaksanakan di KPP Madya

2. Dalam hal WP Berstatus Cabang sudah dikukuhkan sebagai PKP dan WP Berstatus Pusatnya tidak terdaftar pada KPP di Lingkungan Kanwil DJP WP Besar atau Khusus, kewajiban pelaporan PPN dan PPnBM dilaksanakan di KPP Madya hanya atas cabang tersebut.
sejak 30 Desember 2011 dan terhadap WP ini belum pernah diterbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang
ketentuan pemusatan tempat PPN terutang untuk KPP madya ini sama dengan ketentuan untuk KPP Pratama
WP harus menyampaikan pemberitahuan tempat PPN terutang sesuai peraturan perundangundangan di bidang Perpajakan. (Pasal 5 ayat (6) PER-49/PJ/2011)
  1. KETENTUAN TERKAIT TEMPAT PEMUSATAN PPN TERUTANG
    1. Dalam hal WP terdaftar pada KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya (Pasal 5 ayat (3) PER-28/PJ/2012)
o    Kepala KPP menerbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal SMT untuk WP yang sebelumnya terdaftar pada KPP lain yang telah melaksanakan pemusatan tempat PPN terutang, meliputi:
a.   seluruh tempat kegiatan usaha/cabang WP untuk Wajib Pajak yang sebelumnya terdaftar pada KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya, yang berlaku sejak tanggal SMT dengan menggunakan contoh formulir Lampiran III PER-28/PJ/2012; atau
b.   seluruh tempat kegiatan usaha/cabang WP sesuai dengan surat keputusan pemusatan sebelumnya untuk Wajib Pajak yang sebelumnya terdaftar di KPP Pratama, yang berlaku sejak tanggal SMT sampai dengan tanggal 31 Desember tahun SMT dengan menggunakan contoh formulir Lampiran IV PER-28/PJ/2012(Pasal 5 ayat (3) huruf b PER-28/PJ/2012)
    1. Dalam hal WP ditetapkan terdaftar di KPP Pratama berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3), Kepala KPP Pratama menerbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal SMT untuk WP yang sebelumnya telah melaksanakan pemusatan tempat PPN terutang, yang berlaku sejak tanggal SMT sampai dengan tanggal 31 Desember tahun SMT dengan menggunakan contoh formulir Lampiran IV PER-28/PJ/2012 (Pasal 5 ayat (4) PER-28/PJ/2012)
o    Dalam hal WP yang ditetapkan terdaftar di KPP Pratama ini menghendaki untuk memperpanjang jangka waktu pemusatan tempat PPN terutang, WP wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Kepala Kanwil DJP yang wilayah kerjanya meliputi KPP Pratama tempat WP terdaftar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. (Pasal 5 ayat (6) PER-28/PJ/2012)
    1. Kepala KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya menerbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang paling lama 2 (dua) bulan sebelum berakhirnya tahun SMT untuk: (Pasal 5 ayat (5) PER-28/PJ/2012)
      1. WP yang mempunyai lebih dari satu tempat kegiatan usaha/cabang tetapi belum melaksanakan pemusatan tempat PPN terutang; atau
      2. WP yang sudah diterbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang sebagaimana dimaksud padaPasal 5 ayat (3) huruf b PER-28/PJ/2012;
o    Surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang ini berlaku sejak tanggal 1 Januari tahun berikutnya setelah tahun SMT dengan menggunakan contoh formulir Lampiran III PER-28/PJ/2012, kecuali jika Wajib Pajak menyampaikan pemberitahuan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (7) huruf a.
    1. Kepala KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, Kanwil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya dapat menerbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang berdasarkan:
      1. surat pemberitahuan secara tertulis dari WP sebelum jangka waktu sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (5) PER-28/PJ/2012
      2. surat pemberitahuan secara tertulis dari WP yang telah mendapatkan persetujuan pemusatan tempat PPN terutang dalam hal terdapat penambahan tempat PPN terutang yang akan dipusatkan atau pengurangan tempat PPN terutang yang telah dipusatkan;
o    Surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang ini berlaku sejak masa pajak berikutnya setelah tanggal surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang dengan menggunakan contoh formulir Lampiran III PER-28/PJ/2012
    1. Bagi WP yang tetap terdaftar di KPP yang sama dan pernah diterbitkan surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang oleh Kepala KPP, maka surat keputusan pemusatan tersebut dinyatakan tetap berlaku dan tidak perlu diterbitkan lagi surat keputusan pemusatan tempat PPN terutang. (Pasal 5 ayat (8) PER-28/PJ/2012)
       


1 comment:

  1. Terima kasih postingnya, sangat membantu untuk mempelajari PPN (y)

    ReplyDelete