p

Monday, October 31, 2016

Penyampaian SPT Elektronik (e-SPT)

  1. DASAR HUKUM
    1. Pasal 3, 4, 5, 6, 7, 8 UU Nomor 28 TAHUN 2007 (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 6 TAHUN 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
    2. Pasal 5, 6, 7, 8 PP 74 TAHUN 2011 (berlaku sejak 1 Januari 2012) tentang tata cara pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan
    3. PMK-243/PMK.03/2014 (berlaku sejak 24 Desember 2014) tentang SPT
    4. PER-03/PJ/2015 (berlaku sejak 13 Februari 2015) tentang penyampaian SPT elektronik


  1. SURAT DIREKTUR TERKAIT

  1. SALURAN PENYAMPAIAN e-SPT  (S-115/PJ.10/2016)
    • Penyampaian SPT Elektronik dapat dilakukan melalui saluran sebagai berikut:
      1. Melalui halaman DJP Online,
        1. dengan alternatif penggunaan:
          1. Internet, https://djponline.pajak.go.id dan https://djponline2.pajak.go.id;
          2. Intranet, https://djponline. Apabila dibutuhkan, DJP Online Intranet dapat diakses melalui VPN Direktorat Jenderal Pajak, Yaitu dengan terlebih dahulu mengakses URL https://vpn.pajak.go.id pada browser Internet Explorer, kemudian memasukan username dan password SIKKA. Setelah terhubung melalui VPN, DJP Online dapat diakses melalui browser dengan mengakses URL https://djponline atau https://djponline.intranet.pajak.go.id. Penggunaan VPN seyogyanya hanya untuk keperluan sosialisasi kepada Wajib Pajak.
        2. Penyampaian SPT Elektronik melalui DJP Online, memiliki dua mekanisme, yaitu:
          1. Pengisian Langsung, yaitu untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S dan 1770 SS.
          2. Upload CSV hasil aplikasi e-SPT, yaitu untuk SPT:
            1. SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 Formulir Tahun 2014
            2. SPT Tahunan PPh Badan
            3. SPT Masa PPh Pasal21/26 Formulir Tahun 2014
            4. SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) Formulir Tahun 2009
        3. Browser yang disarankan untuk mengakses DJP Online adalah Mozilla Firefox dan Google Chrome.
      2. Melalui Perusahaan Penyedia Layanan SPT Elektronik.
        • Sampai saat ini telah ditunjuk empat Perusahaan Penyedia Layanan SPT Elektronik yang dapat menyalurkan semua jenis file CSV dari Aplikasi e-SPT, yaitu:
        • Perusahaan Air Minum adalah Perusahaan Air Minum milik Pemerintah atau Swasta, baik 
            merupakan kegiatan dari satu divisi atau seluruh divisi dari perusahaan tersebut yang dalam 
            kegiatan usahanya mengahsilkan dan melakukan penyerahan air bersih.
          NoNama PerusahaanNPWPKep. DirjenAlamat Aplikasi
          1PT. Sarana Prima Telematika021097829-023.000KEP-219/PJ/2015www.spt.co.id
          2PT. Mitra Pajakku023986557-031.000KEP-217/PJ/2015www.pajakku.com
          3PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk010016087-093.000KEP-218/PJ/2015https://eform.bri.co.id/efiling
          4PT. Achilles Advanced Systems709388391-011.000KEP-193/PJ/2015www.online-pajak.com
    1. Melalui aplikasi Android OP-ku yang diperuntukkan bagi pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S dan 1770 SS. Aplikasi tersebut disediakan oleh salah satu Perusahaan Penyedia Layanan SPT Elektronik, yaitu PT. Mitra Pajakku.
    2. Melalui aplikasi loader e-SPT di TPT KPP untuk semua jenis SPT.
  • Pelaksanaan Penyampaian SPT Elektronik mengikuti tata cara sesuai PER-41/PJ/2015 tentang Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan Pajak Online, antara lain:
    1. Setiap Wajib Pajak yang menggunakan Layanan Pajak Online harus memiliki EFIN. EFIN tersebut diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, baik KPP atau Direktorat TIP.
    2. Wajib Pajak harus melakukan aktivasi EFIN di KPP sebelum dapat mendaftarkan diri di Layanan Pajak Online.

  1. KEWAJIBAN WP TERKAIT SPT ELEKTRONIK (Pasal 2 PER-03/PJ/2015)
    1. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPT dengan benar, lengkap, dan jelas, dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke KPP atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.
    2. SPT  berbentuk:
      1. formulir kertas (hardcopy); atau
      2. dokumen elektronik.
    3. Wajib Pajak yang menyampaikan SPT dalam bentuk dokumen elektronik, menyampaikan SPT Elektronik tersebut ke KPP dengan cara:
      1. langsung;
      2. melalui pos dengan bukti pengiriman surat;
      3. melalui perusahaan jasa ekspedisi/kurir dengan bukti pengiriman surat; atau
      4. melalui saluran tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.
        • Saluran tertentu ini meliputi:
          1. laman Direktorat Jenderal Pajak;
          2. laman Penyalur SPT Elektronik;
            • KLIK DISINI untuk ketentuan terkait Penyalur SPT Elektronik
          3. saluran suara digital yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak untuk Wajib Pajak tertentu;
          4. jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara Direktorat Jenderal Pajak dengan Wajib Pajak; atau
          5. saluran lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

  1. BATAS WAKTU PENYAMPAIAN SPT ELEKTRONIK (Pasal 3 PER-03/PJ/2015)
    • Batas waktu penyampaian SPT Elektronik mengikuti ketentuan batas waktu penyampaian SPT secara umum.
    • Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT Elektronik melalui saluran tertentu dalam jangka waktu 24 (dua puluh empat) jam sehari dan 7 (tujuh) hari seminggu dengan standar Waktu Indonesia Bagian Barat.

  1. KRITERIA WP YANG HARUS MENYAMPAIKAN SPT TAHUNAN PPH ELEKTRONIK
    • Wajib Pajak harus menyampaikan SPT Tahunan PPh dalam bentuk dokumen elektronik, dalam hal memenuhi kriteria sebagai berikut: (Pasal 4 ayat (1) PER-03/PJ/2015)
      1. Wajib Pajak yang diwajibkan menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 21 dalam bentuk dokumen elektronik sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan dan memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan PPh;
      2. Wajib Pajak yang diwajibkan menyampaikan SPT Masa PPN dalam bentuk dokumen elektronik sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan dan memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan PPh;
      3. Wajib Pajak yang sudah pernah menyampaikan SPT Elektronik; atau
      4. Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Madya, KPP di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus dan KPP di lingkungan Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar.
        • Wajib Pajak yang terdaftar di KPP tersebut, selain harus menyampaikan SPT Tahunan PPh dalam bentuk dokumen elektronik, juga harus menyampaikan SPT Masa PPh dan SPT Masa PPN dalam bentuk dokumen elektronik. (Pasal 4 ayat (2) PER-03/PJ/2015)

  1. PEMBETULAN SPT ELEKTRONIK
    • Dalam hal Wajib Pajak melakukan pembetulan atas SPT Elektronik yang telah disampaikan, pembetulan SPT tersebut harus disampaikan dalam bentuk elektronik. (Pasal 5 PER-03/PJ/2015)

  1. TATA CARA DAN PROSEDUR PENYAMPAIAN SPT ELEKTRONIK (Lampiran PER-03/PJ/2015)
    1. Tata cara dan prosedur penyampaian SPT Elektronik secara langsung atau melalui pos/perusahaan jasa ekspedisi/kurir : (Lampiran PER-03/PJ/2015)
      • SPT Elektronik beserta lampiran-lampirannya dilaporkan dengan menggunakan media penyimpanan elektronik (cakram padat, flash disk, atau media penyimpanan elektronik lainnya) ke KPP dengan prosedur sebagai berikut:
        1. Wajib Pajak menggunakan Aplikasi SPT Elektronik untuk merekam data perpajakan yang akan dilaporkan, antara lain:
          1. data identitas Wajib Pajak;
          2. data bukti pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan atau Faktur Pajak;
          3. data Surat Setoran Pajak; dan
          4. data perpajakan lainnya yang terkandung dalam SPT yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
        2. Wajib Pajak yang telah memiliki sistem administrasi keuangan/perpajakan sendiri dapat melakukan proses impor data dari sistem yang dimiliki Wajib Pajak ke dalam Aplikasi SPT Elektronik dengan mengacu kepada format data yang sesuai dengan Aplikasi SPT Elektronik.
        3. Wajib Pajak mencetak formulir Induk SPT Masa PPh dan/atau SPT Masa PPN dan/atau SPT Tahunan PPh menggunakan Aplikasi SPT Elektronik.
        4. Wajib Pajak menandatangani formulir Induk SPT Masa PPh dan/atau SPT Masa PPN dan/atau SPT Tahunan PPh hasil cetakan Aplikasi SPT Elektronik.
        5. Wajib Pajak membentuk file data SPT dengan menggunakan aplikasi Aplikasi SPT Elektronik dan menyimpannya dalam media penyimpanan elektronik.
        6. Wajib Pajak menyampaikan SPT Elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak:
          1. secara langsung;
          2. melalui pos dengan bukti pengiriman surat; atau
          3. perusahaan jasa ekspedisi/kurir dengan bukti pengiriman surat.
        7. Dalam penyampaian SPT elektronik, Wajib Pajak membawa atau mengirimkan:
          1. formulir Induk SPT Masa PPh, SPT Masa PPN, dan/atau SPT Tahunan PPh hasil cetakan SPT Elektronik yang telah ditandatangani;
          2. media penyimpanan elektronik yang berisi file data SPT; dan
          3. dokumen lain yang wajib dilampirkan.
        8. Atas penyampaian SPT Elektronik secara langsung diberikan bukti penerimaan sepanjang SPT tersebut lengkap.
        9. Bukti pengiriman surat penyampaian SPT Elektronik melalui pos atau jasa ekspedisi/kurir dianggap sebagai bukti penerimaan SPT sepanjang SPT tersebut lengkap.
    2. Tata Cara dan Prosedur Pelaporan SPT Elektronik Melalui Laman Direktorat Jenderal Pajak (Lampiran PER-03/PJ/2015)
      1. Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan transaksi elektronik dengan Direktorat Jenderal Pajak dapat menyampaikan SPT Elektronik melalui laman Direktorat Jenderal Pajak dengan cara:
        1. mengisi aplikasi SPT Elektronik pada laman tersebut dengan benar, lengkap, dan jelas; dan
        2. mengunggah SPT Elektronik yang dihasilkan oleh aplikasi e-SPT atau Aplikasi SPT Elektronik lain.
      2. Dalam hal pengisian aplikasi SPT Elektronik menunjukkan status kurang bayar, Wajib Pajak harus mencantumkan NTPN atas pembayaran pajak yang kurang bayar tersebut sebagai bukti pembayaran.
      3. Wajib Pajak memindai keterangan dan/atau dokumen lain yang harus dilampirkan dalam SPT Elektronik ke dalam format Portable Document Format (PDF).
      4. Wajib Pajak menggunggah keterangan dan/atau dokumen lain yang telah dipindai tersebut melalui laman Direktorat Jenderal Pajak.
      5. Wajib Pajak yang telah mengisi aplikasi SPT Elektronik atau mengunggah SPT Elektronik meminta kode verifikasi pada laman Direktorat Jenderal Pajak.
      6. Wajib Pajak yang telah memperoleh kode verifikasi, memasukkan kode verifikasi tersebut dalam penyampaian SPT Elektronik melalui laman Direktorat Jenderal Pajak.
      7. Penyampaian SPT Elektronik dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi dan lampiran SPT Elektronik yang harus dilampirkan dalam SPT Elektronik telah disertakan sesuai dengan ketentuan.
      8. Dalam hal penyampaian SPT Elektronik dinyatakan lengkap, kepada Wajib Pajak diberikan Bukti Penerimaan Elektronik.
      9. Bukti Penerimaan Elektronik disampaikan kepada Wajib Pajak melalui alamat surat elektronik (email address) yang dicantumkan pada saat pendaftaran transaksi elektronik dengan Direktorat Jenderal Pajak.
    3. Tata Cara dan Prosedur Pelaporan SPT Elektronik Melalui Penyalur SPT Elektronik (Lampiran PER-03/PJ/2015)
      1. Wajib Pajak yang sudah mendapatkan e-FIN harus mendaftarkan diri melalui laman Penyalur SPT Elektronik dengan mencantumkan:
        1. alamat surat elektronik (e-mail address); dan
        2. nomor telepon seluler
untuk pengiriman kode verifikasi, notifikasi, dan Bukti Penerimaan Elektronik
KLIK DISINI untuk Cara mendapatkan e-FIN
  1. Setelah mendaftarkan diri, Wajib Pajak akan memperoleh sertifikat elektronik (Digital Certificate) dari Direktorat Jenderal Pajak melalui Penyalur SPT Elektronik tempat Wajib Pajak mendaftarkan diri.
  2. Penyalur SPT Elektronik harus mengirimkan:
    1. tata cara penyampaian SPT Elektronik melalui laman Penyalur SPT Elektronik tersebut;
    2. aplikasi untuk menyampaikan SPT Elektronik beserta petunjuk penggunaannya; dan
    3. informasi lain yang diperlukan untuk melaporkan SPT Elektronik melalui Penyalur SPT Elektronik,
kepada Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri.
  1. Wajib Pajak mengisi data SPT Elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan dengan menggunakan aplikasi elektronik yang dikirimkan oleh Penyalur SPT Elektronik.
  2. Dalam hal pengisian aplikasi SPT Elektronik menunjukkan status kurang bayar, Wajib Pajak harus mencantumkan NTPN atas pembayaran pajak yang kurang bayar tersebut sebagai bukti pembayaran.
  3. Wajib Pajak memindai keterangan dan/atau dokumen lain yang harus dilampirkan dalam SPT Elektronik ke dalam format Portable Document Format (PDF).
  4. Wajib Pajak menyertakan keterangan dan/atau dokumen lain yang harus dilampirkan dalam SPT Elektronik pada aplikasi SPT Elektronik atau melalui fasilitas lain sesuai dengan petunjuk penggunaan aplikasi SPT Elektronik yang dikirimkan oleh Penyalur SPT Elektronik.
  5. Wajib Pajak menyampaikan SPT Elektronik yang telah diisi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan beserta keterangan dan/atau dokumen yang lain yang telah dipindai sebagaimana dimaksud pada angka 7 ke Direktorat Jenderal Pajak melalui Penyalur SPT Elektronik.
  6. Hasil pengisian SPT Elektronik dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi dan lampiran yang harus dilampirkan dalam SPT Elektronik telah disertakan.
  7. Apabila pengisian SPT Elektronik dinyatakan lengkap oleh Direktorat Jenderal Pajak, maka kepada Wajib Pajak diberikan Bukti Penerimaan Elektronik.
  8. Bukti Penerimaan Elektronik disampaikan kepada Wajib Pajak melalui aplikasi yang dikirimkan oleh Penyalur SPT Elektronik.
  1. Tata Cara dan Prosedur Pelaporan SPT Elektronik Melalui Saluran Suara Digital Direktorat Jenderal Pajak(Lampiran PER-03/PJ/2015)
    1. Wajib Pajak yang berhak menggunakan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Sangat Sederhana (Formulir 1770 SS) dan telah memiliki e-FIN dapat menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Sangat Sederhana (Formulir 1770 SS) melalui saluran suara digital Direktorat Jenderal Pajak.
    2. Wajib Pajak mengisi SPT Elektronik pada aplikasi saluran suara digital dengan cara memberikan respon berupa penekanan tombol telepon (keypad) atau pengucapan kata-kata atas pertanyaan/perintah yang diberikan pada aplikasi saluran suara digital.
    3. Hasil pengisian SPT Elektronik melalui aplikasi saluran suara digital dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi.
    4. Dalam hal hasil pengisian SPT Elektronik dinyatakan lengkap, kepada Wajib Pajak diberikan Bukti Penerimaan Elektronik.
  2. Tata Cara dan Prosedur Pelaporan SPT Elektronik Melalui Jaringan Komunikasi Data yang Terhubung Khusus Antara Direktorat Jenderal Pajak dengan Wajib Pajak (Lampiran PER- 03/PJ/2015)
    1. Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan transaksi elektronik dengan Direktorat Jenderal Pajak dapat menyampaikan SPT Elektronik melalui jaringan komunikasi data yang didedikasikan khusus antara DJP dengan Wajib Pajak.
    2. Wajib Pajak mengisi SPT Elektronik dengan menggunakan Aplikasi SPT Elektronik.
    3. Dalam hal pengisian SPT Elektronik pada aplikasi elektronik menunjukkan status kurang bayar, Wajib Pajak harus memasukkan NTPN atas pembayaran pajak yang kurang bayar tersebut sebagai bukti pembayaran.
    4. Hasil pengisian SPT Elektronik melalui aplikasi elektronik dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi.
    5. Wajib Pajak mengirimkan SPT Elektronik yang telah diisi melalui jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan Wajib Pajak.
    6. Dalam hal hasil pengisian SPT Elektronik dinyatakan lengkap, kepada Wajib Pajak diberikan Bukti Penerimaan Elektronik.

No comments:

Post a Comment