p

Wednesday, November 16, 2016

SPT Tahunan PPh OP



  1. JENIS SPT TAHUNAN PPH WP ORANG PRIBADI DAN KETENTUAN PENGGUNAANNYA
    • SPT Tahunan PPh OP ada 3 jenis, yaitu :
      1. SPT Tahunan 1770
        • Formulir SPT Formulir 1770 digunakan bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: (Pasal 1 ayat (1) PER-19/PJ/2014)
          1. dari usaha/pekerjaan bebas yang menyelenggarakan pembukuan atau Norma Penghitungan Penghasilan Neto;
          2. dari satu atau lebih pemberi kerja;
          3. yang dikenakan Pajak Penghasilan Final dan atau bersifat Final; dan/atau
          4. penghasilan lain.
        • Pada dasarnya semua Orang Pribadi apapun jenis pekerjaannya boleh menggunakan SPT Tahunan PPh OP 1770. Adapun Orang Pribadi yang wajib menggunakan SPT Tahunan PPh OP 1770 (tidak boleh menggunakan SPT Tahunan PPh OP 1770S dan 1770SS) adalah :
          1. Suami/istri yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas. Misalnya istri bekerja sebagai seorang notaris, maka harus menggunakan formulir 1770.
          2. WP OP yang mempunyai penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja tetapi tidak memiliki bukti potong 1721-A1 atau 1721-A2 atau bukti potong lain.
            • Dalam hal ini, apabila ada WP OP yang bekerja sebagai pegawai tetap di satu atau lebih pemberi kerja tetapi tidak mendapatkan 1721 A1 atau 1721-A2 atau bukti potong lain dari pemberi kerjanya, maka WP tersebut harus menggunakan formulir 1770.
          3. WP OP yang tidak mempunyai penghasilan dari sumber manapun tetapi mempunyai NPWP.
        • Bentuk Formulir SPT Formulir 1770 ada di Lampiran I PER-19/PJ/2014
        • petunjuk pengisian SPT Formulir 1770 ada di Lampiran II PER-36/PJ/2015
      2. SPT Tahunan 1770S
        • Formulir SPT Formulir 1770 S digunakan bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: (Pasal 2 ayat (1) PER-19/PJ/2014)
          1. dari satu atau lebih pemberi kerja;
          2. dari dalam negeri lainnya; dan/atau
          3. yang dikenakan Pajak Penghasilan final dan/atau bersifat final,
        • Dengan kata lain, yang bisa menggunakan SPT Tahunan PPh OP 1770S adalah :
          1. WP OP yang mempunyai penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja dan memiliki bukti potong 1721-A1 atau 1721-A2 atau bukti potong lain.
          2. Suami/istri yang melakukan perjanjian pemisahan harta secara tertulis atau istri yang menghendaki untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan secara terpisah (istri memiliki NPWP sendiri). Untuk keadaan yang seperti ini, maka WP tersebut tidak bisa menggunakan formulir 1770SS tetapi bisa saja menggunakan formulir 1770S, yaitu dalam hal penghasilan suami/istri berasal dari :
            1. satu atau lebih pemberi kerja dan memiliki bukti potong 1721-A1 atau 1721-A2 atau bukti potong lain;
            2. Dalam negeri lainnya; dan/atau
            3. Yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final
        • Bentuk Formulir SPT Formulir 1770 S ada di Lampiran III PER-19/PJ/2014
        • petunjuk pengisian ada di Lampiran IV PER-36/PJ/2015
      3. SPT Tahunan 1770SS
        • sejak SPT Tahunan Tahun Pajak 2013, Formulir SPT Formulir 1770 SS digunakan bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan brutotidak lebih dari Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) setahun (Pasal 3 PER-19/PJ/2014)
        • Bentuk Formulir SPT Formulir 1770 SS beserta petunjuk pengisian dan lampirannya ada di Lampiran V PER-36/PJ/2015

  1. TATA CARA PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN OP (TERMASUK LEWAT DROPBOX)

  1. KELENGKAPAN SPT TAHUNAN OP
    1. 1770
    2. 1770S
    3. 1770SS

  1. TATA CARA PENERIMAAN DAN PENGOLAHAN SPT TAHUNAN

  1. KETENTUAN TERKAIT
    1. PENGHASILAN YANG DITERIMA/DIPEROLEH OP DARI BADAN YANG TIDAK WAJIB MEMOTONG PPH PASAL 21 (PP 94 Tahun 2010 Pasal 14)
      • Orang pribadi dalam negeri yang menerima atau memperoleh penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sehubungan dengan pekerjaan dari badan-badan yang tidak wajib melakukan pemotongan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Pajak Penghasilan, wajib:
        1. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
        2. melaksanakan sendiri penghitungan dan pembayaran Pajak Penghasilan yang terutang dalam tahun berjalan; dan
        3. melaporkan penghitungan dan pembayaran Pajak Penghasilan yang terutang dalam tahun berjalan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan.
    2. PPH 21, 22, 23 YANG DIPOTONG SEBELUM MEMILIKI NPWP (PP 94 Tahun 2010 Pasal 20 dan penjelasannya)
      • PPh yang dipotong atau dipungut berdasarkan tarif pemotongan atau pemungutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (5a), Pasal 22 ayat (3), dan Pasal 23 ayat (1a) UU PPh, dapat dikreditkan terhadap PPh yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan setelah Wajib Pajak tersebut memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

No comments:

Post a Comment